FIFA Desak Wasit Lebih Aktif Gunakan Monitor di Tepi Lapangan

FIFA Desak Wasit Lebih Aktif Gunakan Monitor di Tepi Lapangan – FIFA mendesak para wasit lebih aktif menggunakan layar monitor di tepi lapangan. Ini dilakukan demi menghindari kesalahan pengambilan keputusan akibat VAR.

Keputusan Video Assistant Referee (VAR) kembali menimbulkan kontroversi. Tak tanggung-tanggung tiga keputusan VAR di liga Inggris tengah pekan ini dinilai keliru.

Pertama adalah kontak Andre Gomes yang terbilang mini dengan James Ward-Prowse melahirkan penalti untuk Southampton di laga kontra Everton. Kemudian, Tottenham Hotspur yang tak mendapat penalti di laga kontra Bournemouth padahal Harry Kane didorong oleh Joshua King.Terakhir dan yang paling banyak dibicarakan saat Bruno Fernandes menginjak kaki bek Aston Villa, Ezri Konsa. Wasit Jon Moss justru memberikan penalti untuk Manchester United.

FIFA Desak Wasit Lebih Aktif

Insiden ini membuat FIFA langsung melakukan evaluasi. Mereka bergerak cepat dengan mengambil alih tanggung jawab atas pengoperasian VAR dari International Football Association Board (IFAB). IFAB merupakan badan yang membuat aturan di sepakbola.

Pierluigi Collina sebagai Kepala Wasit FIFA juga menyerukan agar wasit di lapangan tak serta merta langsung sepakat dengan VAR. Mereka bisa mengoptimalkan layar monitor di pinggir lapangan untuk meninjau kembali suatu kejadian sebelum mengambil keputusan.

Khusus di Premier League memang sangat jarang wasit utama melihat layar monitor di tepi lapangan. Mereka hampir pasti mengambil keputusan yang sejalan dengan VAR. Padahal menurut Collina petugas VAR juga manusia yang bisa membuat kesalahan.

“Jika rekanmu salah, kamu akan berusaha menemukan sesuatu untuk mengatakan ‘tidak, tidak, tidak, dia benar’. Ini adalah pemahaman soal solidaritas yang salah,” ungkap Collina dikutip dari BBC.

“Wasit harus paham makna solidaritas dan persahabatan dengan memberi tahu rekan mereka ‘hati-hati, Anda mungkin telah melakukan kesalahan. Situasi akan lebih baik karena Anda bisa meninjau lewat sebuah monitor.”

“Anda punya kesempatan menilai apakah keputusan itu salah. Ini bisa membuat Anda meminimalisir kesalahan,” tegas pria berkepala plontos ini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *