Citra Paul Pogba Sengaja Dipersepsikan Negatif

Kritik menjadi teman akrab Paul Pogba semenjak kembali bergabung dengan Manchester United pada bursa transfer musim panas 2016. Menurut eks rekan setimnya Matteo Darmian, Il Polpo memang sudah menjadi sasaran tembak media Inggris sejak itu.

Man United harus merogoh kocek senilai 89 juta poundsterling (setara Rp1,62 triliun) untuk memulangkan Paul Pogba dari Juventus empat tahun lalu. Banderol besar sekaligus status sebagai pemain termahal sejagat saat itu diduga menjadi alasan utama mengapa dirinya selalu menjadi target.

Paul Pogba sendiri bukannya tanpa kontribusi di Man United. Gelandang berkebangsaan Prancis itu sanggup menorehkan 31 gol dan 31 assist dalam 150 penampilan di semua kompetisi. Namun, catatan itu dianggap kurang cukup karena ia kerap tampil inkonsisten.

Paul Pogba

Matteo Darmian menyebut kritik yang datang bertubi-tubi itu tidak adil. Paul Pogba kerap dipersepsikan salah oleh media-media Inggris. Sebagai contoh, pesepakbola berusia 27 tahun itu dianggap pemalas karena tidak bekerja keras. Akan tetapi, hal sebaliknya terjadi di latihan.

“Kita berbicara seorang juara yang sebenarnya di sini. Dia adalah pesepakbola hebat, tetapi sehebat-hebatnya pemain, dia akan melalui periode buruk. Masalah sebenarnya dari Pogba di United, menurut saya, adalah harga yang dibayarkan klub dan itu mempengaruhi cara pandang orang,” papar Matteo Darmian, sebagaimana dinukil dari The Guardian, Senin (4/5/2020).

“Ada banyak kritik tidak adil terhadap Pogba. Contohnya, dia dibilang kurang bekerja keras, tetapi sesungguhnya Pogba selalu mengerahkan yang terbaik di setiap sesi latihan. Di Inggris, mereka terlalu berbicara negatif tentangnya,” pungkas pesepakbola klub Parma itu.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *